Memilih alat perkusi tradisional untuk pemula perlu mempertimbangkan tujuan latihan, biaya, dan akses guru. Bentuk alat yang paling menarik bisa jadi pertimbangan terakhir. Dari empat pilihan umum di Indonesia, kendang paling ramah untuk latihan mandiri karena teknik tangannya bisa dilatih tanpa alat musik lain. Gong dan angklung menuntut konteks ansambel, sedangkan rebana cocok untuk yang ingin bermain sambil menyanyi.
Kenali dulu empat kandidat utamanya
Perkusi tradisional di Indonesia sangat beragam, tetapi pemula biasanya bertemu empat alat ini lebih dulu: kendang, gong, angklung, dan rebana. Masing-masing punya cara bunyi yang berbeda dan kebutuhan latihan yang tidak sama.
Kendang
Kendang adalah kumpulan instrumen berselaput yang dimainkan dengan tangan. Di Jawa Barat dan Jawa Tengah, perannya mengatur tempo dan memberi isyarat peralihan ke pemain lain. Latihan kendang bisa dimulai sendiri dengan satu instrumen, meski untuk benar-benar paham fungsinya kamu perlu ikut ansambel.
Gong
Gong dipukul dengan pemukul berbalut kain atau karet. Bunyinya panjang dan menjadi penanda struktur lagu dalam gamelan. Gong tidak membutuhkan kecepatan tangan, tetapi menuntut pendengaran yang baik untuk masuk di titik yang tepat. Alat ini hampir tidak berguna untuk latihan tunggal karena perannya baru terasa bersama ansambel.
Angklung
Angklung terdiri dari tabung bambu yang bergetar ketika digoyang. Satu pemain memegang satu atau beberapa angklung untuk nada tertentu, sehingga bermain angklung hampir selalu berarti bermain kelompok. Untuk pemula, angklung melatih ketepatan masuk dan koordinasi, bukan kecepatan pukulan.
Rebana
Rebana adalah rebana berselaput dengan badan kayu dan jingle kecil di tepinya. Alat ini banyak dipakai dalam musik Islami, marawis, dan kasidah. Rebana relatif mudah dibawa, harganya lebih terjangkau, dan sering dipakai untuk mengiringi vokal.
Perbandingan dari sudut pandang pemula
Tabel berikut merangkum perbedaan yang paling terasa saat kamu baru mulai belajar.
| Aspek | Kendang | Gong | Angklung | Rebana |
|---|---|---|---|---|
| Teknik dasar | Pukulan tangan terbuka dan tertutup | Pukulan dengan pemukul, tunggu resonansi | Goyang sesuai nada | Pukulan tangan dan tepi |
| Bisa latihan sendiri | Bisa | Sulit | Sulit | Bisa |
| Kebutuhan guru | Tinggi di awal | Sedang | Tinggi | Sedang |
| Biaya awal | Bervariasi, cenderung tinggi | Tinggi | Rendah per unit | Rendah sampai sedang |
| Kemudahan dibawa | Rendah | Rendah | Sedang | Tinggi |
Dari tabel itu, dua alat yang paling masuk akal untuk latihan awal mandiri adalah kendang dan rebana. Gong dan angklung sebaiknya dipilih jika kamu sudah punya kelompok atau komunitas yang rutin berlatih.
Menentukan tujuan sebelum membeli
Pertanyaan pertama yang perlu dijawab adalah untuk apa kamu belajar. Jawaban itu menentukan alat yang tepat dan mencegah pembelian yang berakhir di sudut kamar.
- Ingin mengiringi tari atau lagu daerah: pilih kendang. Ada panduan tersendiri soal cara memilih kendang untuk pengiring tari yang membahas ukuran dan jenis kulit.
- Ingin bermain dalam ansambel gamelan: mulai dari gong atau instrumen bonang, lalu pelajari posisi masuk.
- Ingin bermain sambil bernyanyi di acara komunitas: rebana lebih praktis karena ringan dan tidak butuh panggung besar.
- Ingin melatih koordinasi kelompok: angklung memberi pengalaman bermain tim tanpa harus menguasai teknik pukulan rumit.
Jika kamu sudah punya pengalaman dengan drum modern, perpindahan ke kendang biasanya lebih mulus karena keduanya sama-sama mengandalkan tangan. Materi latihan drum untuk pemula bisa jadi pijakan awal sebelum kamu menyesuaikan teknik ke kendang.
Memeriksa alat sebelum membeli
Alat perkusi tradisional sering dijual di pasar, toko musik, atau langsung dari perajin. Beberapa hal berikut membantu menilai kualitas tanpa harus jadi ahli.
Kulit dan selaput
Untuk kendang dan rebana, periksa permukaan kulit. Kulit yang terlalu tipis menghasilkan bunyi nyaring tetapi cepat robek, sedangkan kulit yang tebal memberi bunyi rendah namun butuh tenaga lebih besar. Cari yang permukaannya rata, tidak bergelombang, dan tidak ada bercak lembap. Di tips memilih alat perkusi untuk pemula ada penjelasan tambahan soal tanda kerusakan yang sering terlewat.
Badan dan rangka
Ketuk badan alat dengan buku jari. Bunyi yang padat menandakan kayu masih sehat. Badan yang terasa ringan sekali atau berbunyi kosong biasanya memakai kayu berkualitas rendah. Untuk angklung, periksa tabung bambu: pilih yang warnanya seragam dan tidak retak di ujung.
Pemukul dan aksesori
Gong dijual dengan pemukul khusus. Pastikan ujung pemukul masih empuk dan tidak mengeras, karena pemukul keras bisa merusak permukaan logam. Rebana sebaiknya disertai tas atau sarung agar kulit tidak tergores saat dibawa.
Menyusun latihan pertama yang realistis
Setelah alat dipilih, tentukan jadwal pendek yang bisa dijalani. Latihan lima belas menit tiga kali seminggu lebih berguna daripada dua jam sekali seminggu.
- Mulai dari satu pola dasar. Untuk kendang, latih pukulan terbuka dan tertutup bergantian tanpa tempo cepat.
- Rekam latihan dengan ponsel, lalu dengarkan ulang. Rekaman memperlihatkan ketukan yang tidak rata lebih jelas daripada perasaan saat bermain.
- Gabungkan dengan hitungan atau ketukan kaki agar tempo stabil.
- Setelah satu pola nyaman, tambahkan variasi sederhana, misalnya pukulan tepi di akhir birama.
Untuk latihan yang melibatkan vokal, misalnya saat bermain rebana, kamu bisa menyiapkan daftar lagu lebih dulu. Panduan membuat playlist soul dan R&B untuk latihan vokal pemula memberi gambaran cara memilih lagu latihan bertahap, dan prinsipnya berlaku juga untuk lagu yang kamu iringi dengan rebana.
Kesalahan yang sering dilakukan pemula
Beberapa kebiasaan berikut memperlambat kemajuan dan kadang merusak alat.
- Membeli alat paling mahal sebelum tahu apakah benar-benar akan ditekuni.
- Memukul terlalu keras di awal, terutama pada kendang dan rebana, sehingga kulit cepat melar atau robek.
- Belajar tanpa guru sama sekali padahal teknik tangan kendang sulit dikoreksi sendiri.
- Menyimpan alat di tempat lembap, dekat jendela, atau di dalam mobil yang panas.
- Memilih gong atau angklung sebagai alat pertama padahal belum punya kelompok latihan.
Soal guru, komunitas seni kampus, sanggar, dan paguyuban daerah biasanya membuka kelas untuk pemula. Bergabung dengan komunitas juga memberi kesempatan meminjam alat sebelum membeli. Jika ingin mendalami peran tiap instrumen dalam ansambel, bacaan perbandingan kendang dan gong dalam gamelan bisa membantu memahami pembagian tugasnya.
Merawat alat agar bertahan lama
Kendang dan rebana perlu dijauhkan dari panas langsung dan kelembapan tinggi. Setelah dipakai, bersihkan permukaan kulit dengan kain kering dan simpan di tempat berventilasi. Jangan menjemur alat di bawah matahari karena kulit bisa mengeras dan retak. Untuk gong, lap sisa keringat setelah dipukul agar tidak meninggalkan noda, lalu gantung atau letakkan mendatar dengan alas kain. Angklung sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup agar bambu tidak dimakan serangga.
Kalau ingin membandingkan pilihan alat secara lebih luas, termasuk yang modern, artikel perbandingan ukuran dan bahan snare drum menunjukkan cara berpikir yang sama: sesuaikan alat dengan kebutuhan bunyi dan ruang latihan, bukan dengan tren.
Ringkasan
Untuk latihan awal yang bisa dijalani sendiri, kendang dan rebana adalah pilihan paling masuk akal. Gong dan angklung sebaiknya dipilih setelah kamu punya kelompok atau komunitas. Periksa kulit, badan, dan aksesori sebelum membeli, lalu jalankan latihan pendek yang rutin. Membaca cerita di balik lagu juga membantu saat kamu mengiringi musik tradisi; langkahnya dijelaskan dalam panduan cara menelusuri cerita di balik lagu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah pemula bisa langsung belajar kendang tanpa guru?
Bisa untuk pola dasar, tetapi teknik tangan yang salah sulit diperbaiki sendiri. Sebaiknya ambil beberapa sesi dengan pengajar atau ikut komunitas agar gerakan dasar terbentuk benar sejak awal.
Alat perkusi tradisional mana yang paling murah untuk pemula?
Rebana dan angklung umumnya lebih terjangkau daripada kendang berkualitas baik atau gong berukuran besar. Harga pasti berbeda antar daerah dan perajin, jadi bandingkan beberapa penjual sebelum memutuskan.
Apakah alat perkusi tradisional perlu disetem?
Kendang dan rebana tidak disetem seperti gitar, tetapi tegangan kulit memengaruhi nada. Gong dan angklung sudah bernada sejak dibuat dan tidak disetel ulang oleh pemain. Jika bunyi berubah drastis, mintalah bantuan perajin atau pengrajin alat musik setempat.
